Busana Pria! Model dan Tips Memilih Kemeja

Busana merupakan salah satu kebutuhan pokok manusia. Dapat dikatakan bahwa busana sangat penting bagi manusia karena busana yang di pakai dapat mencerminkan kepribadian dan status sosial si pemakai. Selain itu busana yang di pakai juga dapat menyampaikan pesan atau image kepada orang yang melihat. Oleh karena itu, dalam berbusana banyak hal yang harus diperhatikan dan dipertimbangkan sehingga memperoleh busana yang serasi indah dan menarik. Busana dapat di bagi menjadi dua kategori golongan, yaitu busan wanita dan busana pria.

Busana pria adalah bahan tekstil yang dikenakan oleh kaum pria sebagai penutup tubuh, baiks secara langsung melekat pada tubuh maupun tidak. Busana pria pada dasarnya terdiri dari 2 bagian utama yaitu, bagian atas yang berupa kemeja, singlet, vest, jas, kimono dan bagian bawah yang berupa celana panjang dan celana pendek. Busana pria pun memiliki ciri yaitu sederhana baik dilihat dari model, penggunaan warna, corak, tekstur dan praktis dalam arti mudah dipakai dan mudah dibuka. Dalam pembuatan busana pria diperlukan keahlian dan keterampilan dalam memilih bahan sampai menjahit. Keahlian dan keterampilan tersebut dapat di dapatkan melalui lembaga pendidikan, baik formal, informal maupun nonformal.

Serba Serbi Busana Pria

Pakaian merupakan bahan tekstil dan serat yang digunakan sebagai penutup tubuh.Pakaian adalah kebutuhan pokok manusia setelah tempat tinggal. Manusia membutuhkan pakaian untuk melindungi dan menutup dirinya. Selain itu pakaian juga bagian dari fashion. Jenis pakaian ada ratusan jumlahnya, yang terbagi atas fungsi, model, bahan, ukuran, asal wilayah, dan sejenisnya. Misalnya pakaian adat, pakaian olahraga, pakaian seragam, pakaian dalam dan sebagainya. Secara umum, bagian bagian pakaian (konstruksi pakaian) terbagi atas dua bagian, yaitu upper dan buttom.

Pada bagian bottom (bawah) biasanya berbahan katun, sementara atasnya berbahan sutera yang terbuat dari benang pilihan , bahan serat sintetis lainnya. Benang merupakan bahan utama pembuatan pakaian, oleh karena itu harus lebih seleksi dalam pemilihan benang yang akan digunakan untuk pembuatan pakaian. Benang yang biasa digunakan untuk pembuatan pakaian terdiri dari benang wol, alpaca, wol angora, katun, sutera benang namun yang menjadi kendala dalam pembuatan pakaian adalah salah dalam pemilihan jenis benang yang dapat menyebabkan kualitas pakaian cepat
luntur, pudar atau rusak.

Serba serbi busana pria ini perlu untuk Anda ketahui.
Ilustrasi busana pria, sumber: khadijahkebaya.com

Ciri Busana Pria

Busana pria sederhana baik dilihat dari model, penggunaan warna, corak, tekstur, maupun hiasan, praktis, dalam arti mudah dipakai dan dibuka, memiliki garis yang tegas, artinya garis-garis yang digunakan dalam model busana pria pada umumnya menggunakan garis-garis yang lurus, model busana pria sesuai dengan kesempatan.

Model Busana Pria

Busana pria menurut modelnya dapat di kelompokan menjadi beberapa jenis, yakni busana kerja, busana ini dikenakan pria untuk bekerja sesuai dengan pekerjaannya ada juga busana resmi yang di kenakan pada kesempatan resmi dapat mengenakan model busana berupa setelan jas yang dilengkapi dengan dasi dan  celana panjang, kesempatan pesta, model busana ini merupakan busana daerah / adat, dapat  pula menggenakan jas yang dilengkapi dasi tetapi bahan dan warna untuk jas dan celana panjang yang digunakan dapat berbeda

Pada kesempatan keagamaan dapat mengenakan model busana berupa model taqwa dengan celana panjang busana rekreasi meliputi kaos oblong lengan panjang atau pendek dan celana panjang, dilengkapi dengan jaket terbuat dari bahan yang dapat memberikan rasa hangat pada badan, kemeja berlengan pendek dan celana panjang. Dan busana rumah yang meliputi busana tidur pria berupa piyama berlengan panjang atau berlengan pendek, dengan celana panjang atau pendek.

Tips Memilih Busana Pria

Dalam memilih kerah kemeja Anda bisa mengacu pada beberapa hal berikut, seperti pria bertubuh kecil dengan wajah mungil sebaiknya jangan menggunakan kemeja yangtinggi kerahnya lebih dari 8 cm. Pria gemuk atau bertubuh kekar kurang cocok bila mengenakan kemeja berkerah kecil. Pria berleher panjang sebaiknya memilih model kerah yang cukup tinggi. Pria berwajah lebar atau bulat jangan memilih model kerah yang bersudut (tempat simpul dasi) melebar.¬†Kerah bersudut sempit kurang cocok untuk pria yang berwajah panjang karena akan memberikan kesan wajah semakin panjang. Pria berleher pendek dan gemuk sebaiknya rnenghindari kerah bermodel tinggi karenaakan “menenggelamkan” leher.

Tekstur Kain Busana Pria

Tekstur merupakan sifat permukaan suatu benda yang dapat dilihat atau dirasakan. Sifat permukaan ini antara lain: halus, kasar, kusam, dan berkilau. Tekstur kasar sesuai dikenakan seorang pria karena dapat memberikan kesan maskulin dan gagah bagi si pemakai. Penerapan tekstur pada busana pria akan disesuaikan dengan kesempatan dimana busana itu dipakai dari model busana yang dibuat. Tekstur yang dipilih untuk pembuatan kerneja pada umumnya dipilih tekstur yang halus, sedangkan untuk pembuatan celananya dapat dipilih tekstur yang halus tetapi pada umumnya bertekstur kasar.

Tekstur yang dipilih untuk pembuatan kerneja pada umumnya dipilih tekstur yang halus, agar saat di kenakan memberikan rasa nyama.
Ilustrasi tekstur bahan, sumber: olympics30.com

Bagian Bagian Kemeja

Salah satu pakaian yang paling penting untuk pria adalah kemeja, baik kemeja lengan panjang atau pendek. Secara garis besar, bagian-bagian dari kemeja yang perlu di ketahui adalah seperti yang dapat dilihat pada tulisan di bawah ini!

Kerah/Collar

Adalah lipatan yang membentuk kerah yang terdapat pada bagian paling atas pada sebuah kemeja. Bagian yang satu ini merupakan yang paling penting dari kemeja, ada berbagai jenis tipe kerah/collar seperti button down collar, pointed collar, spread collar, pin & tab collar serta lainnya. Masing-masing tipe kerah/collar menentukan level formalitas dari suatu acara dan juga di sesuaikan dengan bentuk wajah. Namun kerah yang umum tedapat pada kemeja adalah kerah point collar yang mana berbentuk meruncing ke bawah dan jika kancing pada bagian paling atas kemeja dikancingkan, maka kedua ujung pada lipatan paling atas di kedua sisi akan terlihat tegak bersinggungan.

Yoke

Merupakan bagian pada kemeja yang berfungsi menghubungkan antara jahitan depan dan belakang pada sebuah kemeja. Pola yoke yang umum digunakan adalah model one piece yoke yang berbentuk pola jahitan yang terletak pada bagian dibawah collar yang berupa garis jahitan memanjang horizontal. Ada dua model yoke, yaitu one piece yoke dan two piece yoke. Kemeja formal biasanya menggunakan one piece yoke.

Placket Front

Pola standar yang terdapat pada kemeja berbentuk keliman di bagian luar yang memanjang secara vertikal. Berfungsi juga sebagai patokan sentral untuk penempatan kancing pada kemeja.

Fly Front

Hampir mirip dengan placket front. Namun bagian ini terletak satu layer di belakang placket front. Berfungsi sebagai bagian untuk menempatkan kancing sehingga tidak akan terlihat ketika semua kancing dikaitkan pada kemeja.

Armhole

Adalah bagian yang membentuk lubang dimana berfungsi juga untuk menyambungkan bagian sleeve/lengan kemeja dengan badan kemeja.

Sleeve 

Bagian samping kiri dan kanan pada kemeja yang berfungsi menutupi lengan si pengguna hingga ke daerah pergelangan tangan.

Cuff

Merupakan bagian sambungan pada bagian di bawah sleeve dengan bentuk melingkar di sekitar area pergelangan tangan. Biasanya kancing akan dijahitkan pada bagian ini. cuff menjadi salah saru bagian penting pada kemeja. Maka dari itu, pastikan panjang cuff ini melebihi panjang dari jas yang akan anda kenakan.

Cuff adalah bagian sambungan pada bagian di bawah sleeve dengan bentuk melingkar di sekitar area pergelangan tangan.
Tampak depan cuff, sumber: propercloth.com

Sehingga ketika dipadupadankan dengan penggunaan jas, bagian ujung tepi cuff akan sedikit terlihat walaupun bentuknya kecil, bagian yang satu ini sangat penting, selain kerah, cuff adalah salah satu bagian yang terlihat ketika kita mengenakan jas/jacket untuk ke acara resmi atau formal. Ukuran cuff harus lebih panjang sekitar l-1,5 inchi dari jas atau jacket.

Baca juga: Jenis tas seminar dan kegunaannya?

Sleeve Placket

Adalah pola memanjang vertikal yang terletak di atas cuff dengan beberapa kancing yang dijahitkan. Namun terdapat juga kemeja yang tidak menggunakan sleeve placket. Anda pun harus memperhatikan bagian ini ketika akan membeli sebuah kemeja. jangan sampai bagian ini terlihat lebih menggembung dari pada sleeve ketika kancing pada bagian ini dikaitkan. Sebagian besar kemeja formal maupun casual memiliki bagian placket. Seperti yang bisa dilihat pada gambar, placket terletak di bagian kiri depan dengan terdapat beberapa lubang kancing yang berbaris vertikal.

Pleat

Seperti kita ketahui, punggung seorang pria tidaklah rata. Oleh karena itu banyak bagian belakang kemeja yang di desain dengan pleat yang berfungsi untuk menyesuaikan postur punggung kita. Ada 2 macam pleat yang bisa Anda temui, yain box pleat dan side pleat. Namun banyak juga kemeja yang di desain tanpa pleat.

Demikianlah artikel singkat yang bisa kami suguhkan kepada pembaca sekalian semoga tulisan ini bermanfaat bagi Anda. Jika Anda butuh jasa konveksi untuk semua jenis kebutuhan, konveksi jakarta mungkin bisa Anda coba untuk mengurusi kebutuhan tersebut!.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *