Ragam Hias Bordir! Tips Memilih Kain Halus!

Perkembangan mode ditanah air yang semakin marak membutuhkan penunjang untuk menyertai keindahan rancangan-rancangan busana. Seperti halnya pada perhiasan, sepatu, tas, pernik busana lainnya, ragam hias bordir juga dipilih menjadi penunjang keindahan pada suatu desain busana secara keseluruhan. Ragam hias bordir dikenal sebagai salah satu elemen untuk mengubah penampilan kain baik bordiran yang dihasilkan oleh tangan, mesin jahit maupun mesin bordir .

Bagi seorang pembordir, setikan bordir menjadi media untuk menciptakan suatu image (gambaran). Sebagaimana seorang pelukis menggunakan kuas dan cat, pembordir berkarya melalui jarum dan benang. Dengan memindahkan pola atau ragam hias tertentu, seorang pembordir dapat mengubah sehelai kain polos menjadi penuh warna dan warna elok.

Sebelum mendalami dan mempraktekkan aneka macam setik bordir dalam tulisan ini, ada baiknya jika kita memperlajari jenis kain dan seluk beluk bordir terlebih dahulu. Sebagai permulaan anda bisa membuat beberapa pola bordir sederhana untuk mengetahui karakter benang serta ukuran jarum yang nyaman untuk di gunakan. Setelah Anda mengetahui karakter benang dan jenis jarum yang nyaman untuk digunakan selanjutnya bisa mencoba berkreasi dengan motif dan pola yang sedikit lebih rumit.

Ragam bordir bisa menggunakan mesin juga bisa menggunakan rajutan tangan.
Ilustrasi bordir tangan, sumber: kaosmurahbandung.com

Jenis Bordir Tangan (Hand Embroidery)

Ada beberapa setik dasar sulaman yang perlu diketahui, kami sarankan agar Anda pelajari terlebih dahulu teknik membuatnya, agar bisa mendapatkan hasil yang maksimal. Setelah itu baru kemudian bisa Anda kembangkan lagi dengan berbagai motif dan variasi.

Setik Tepi

Setik ini dibuat dari kiri ke kanan. Anda kerjakan setikan mundur 6 mm, lalu buat setikan kedua dengan merapatkan ujung jarum pada setikan pertama dan tariklah jarumnya hingga benang keluar.

Setik Silang

Dikerjakan dari kiri ke kanan dengan setikan miring. Buat setikan miring dengan jarak yang sama, kemudian kembali ke arah semula dengan membuat cetikan miring dengan arah yang berlawanan. Nama lain dari setik silang ini adalah setik flanel atau setik kruistik.

Setik Isi

Pertama-tama buatlah jalur-jalur setik untuk mengisi bagian yang akan di sulam. Ini akan dipakai sebagai pengganjal sulaman berikutnya. Kemudian buatlah setik pipih melalui jalur-jalur setik yang sudah ada. Hasilnya akan bisa membuat Anda bertambah semangat mengerjakan bordir.

Setik Bunga

Gambarlah sebuah bunga pada permukaan kain. Tusukkan jarum pada bagian bawah kain tepat pada pusat bunga. Kemudian tusukkan jarum kembali dekat titik awal. Lakukaan seperti membuat pola setik rantai, namun kuatkan bagian ujung rantai dengan sebuah setikan kecil.

Dengan setikan bunga anda bisa membuat kreasi gambar bunga sesuai dengan yang Anda sukai
Ilustrasi bordir setik bunga, sumber: journal.unesa.ac.id

Dalam mengerjakan sulaman sangat penting untuk menguatkan benang agar setik yang dibuat tidak mudah lepas. Namun, supaya tampak lebih rapi, jangan buat benjolan atau simbol benang yang besar saat Anda mengawali atau mengakhiri setikan.Sembunyikan simpul ujung benang dibalik bordiran agar sulaman tampak rapi.

Jenis Bordir Mesin

Membordir dengan mesin, baik mesin jahit maupun mesin khusus bordir berkomputer. Secara otomatis akan lebih mudah, pekerjaan akan leih efisien dan akan cepat selesai dan bisa memberikan kesenangan sekaligus tantangan bagi Anda yang kreatif. Ada beberapa mesin yang membutuhkan alat tambahan untuk membuat setikan tertentu, seperti setikan zig-zag. Namun, ada juga mesin bordir yang hanya memerlukan sedikit penyetelan.

Membuat aneka ragam setikan dengan mesin zig-zag memerlukan banyak latihan. Anda cobalah dengan menggunakan sepotong perca. Perhatikan juga warna kombinasi benang, tipe-tipe setikan, ukuran benang serta jumlah jalurnya. Ini penting dilakukan sebelum membuat desain yang sebenarnya pada sehelai kain. Perhatikan juga tegangan pada benang, tekanan sepatu mesin dan panjang setikan yang akan dibuat.

Baca juga: Mengenal jenis kerah kemeja pada pakaian

Bila kain yang digunakan tipis tembus pandang atau terawang, lapisi dengan sehelai kertas tipis atau bahan organdy dibawah kain, jelujur di sepanjang tepi kain terdekat dengan lokasi yang akan di bordir. Setelah itu kain siap di bordir. Jika bordiran selesai, gunting atau robek kertasnya. Atau jika menggunakan bahan organdi, potong dan rapikan bahan tersebut di dekat bordirannya.

Tips Memilih Kain Untuk Ragam Bordir

Kain yang sesuai untuk di bordir tergantung jenis setikan yang dibuat. Beberapa teknik bordir, seperti setik silang, benang kait dan benang tarik memerlukan tipe kain yang sama. Namun, itu tidak berarti Anda tidak boleh bereksperimen dengan jenis kain yang lain. Jadi Anda jangan ragu untuk menggunakan ide-ide tradisional yang dianggap paling sesuai untuk sebuah karya bordir.

Kain yang sesuai untuk di bordir tergantung jenis setikan yang dibuat.
Ilustrasi kain bordir, sumber: towamatano.co.id

Kain yang dijadikan media sulaman bisa terbuat dari serat alami maupun sintetis. Ada kalanya Anda menemukan kain yang mengkerut atau menyusut atau berodol ketika bordiran selesai dibuat, tentu akan sangat mengecewakan bukan? Untuk itu kami berikan kiat untuk dilakukan agar mencegah hal tersebut. Yakni Anda bisa mencuci dulu kain sebelum di sulam, keringkan lalu setrika sampai licin. Dengan demikian Anda makan mengetahui apakah kain tersebut mengkerut atau tidak. Anda juga bisa mengetahui seberapa kelenturan kain tersebut.

Baca juga: Kitolod obat mata

Untuk mencegah agar tiras pinggiran kain tidak berodol, sebaiknya tepian kain di obras dahulu. Bisa juga dengan membuat setik feston atau setik balut pada tepian kain. Jangan lupa untuk menyediakan bidang atau ruang kain yang cukup di sekitar desain bordir. Ini bertujuan agar potongan kain pas saat bordir selesai dikerjakan.

Demikian tulisan singkat mengenai ragam bordir yang bisa kami sajikan untuk pembaca sekalian, semoga artikel singkat ini bisa menambah wawasan kita dan mengasah kreatifitas kita dalam membuat karya-karya tangan dengan bahan dan cara yang sederhana. Sampai jumpa lagi pada segmentasi berikutnya.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *